Mengobati Kanker Serviks - Penyakit kanker serviks adalah sebutan untuk sel kanker yang berkembang biak pada leher rahim, sedangkan untuk sel kanker yang berkembang di badan rahim dikenal dengan nama kanker rahim. Jika perjalanan penyakit telah sampai pada tahap pre-kanker, dan kanker leher rahim telah dapat diidentifikasi, maka untuk penyembuhan, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah: Jenis tipe HPV cukup banyak, namun yang paling erat dihubungkan dengan kanker serviks adalah HPV tipe 16 dan 18. Pada tahap awal, kanker serviks tidak menimbulkan gejala atau keluhan sama sekali.

Sedangkan pada penyebab kematian yang terjadi adalah jenis HPV untuk tipe 16 dan 18. Virus ini merupakan virus yang mudah pindah dan juga mudah menyebar, karena bukan hanya lewat cairan saja, namun bisa pindah lewat dari sentuhan kulit.

Melakukan pemeriksaan vagina dengan melakukan papsmear yang bisa dilakukan selama kurang lebih 2 tahun sekali, khususnya adalah untuk Anda yang sudah aktif dalam melakukan hubungan seksual. Penyebab utama terjadinya infeksi HPV adalah melalui hubungan seksual, sedangkan infeksi melalui cara lain seperti mencuci pakaian orang yang terinfeksi secara bersamaan dengan pakaian lain hingga saat ini belum terbukti kebenarannya Burchell AN, Winer RL, de Sanjose S, Franco EL: Chapter 6: Epidemiology and transmission dynamics of genital HPV infection Vaccine 24 Suppl 3: S3/52-61 (2006) 1 Penularan infeksi HPV pada bayi bisa saja terjadi, tetapi kecil kemungkinan.

Infeksi HPV adalah hal yang umum, dan pada kebanyakan orang, tubuh dapat membersihkan infeksi ini dengan sendirinya. Kanker Serviks memiliki 4 stadium, yang paling tinggi atau yang paling parah adalah stadium 4B. Dimana sel kanker sudah menjalar dibagian leher rahim wanita. Pada tahap ini, perempuan yang sudah terdiagnosa memiliki sel pra-kanker perlu mendapatkan tindakan medis dan terapi pembersihan sel pra-kanker agar tidak berkembang menjadi kanker.

Ini dianggap HPV jenis risiko ringan karena jarang berkaitan dengan kanker, misalnya, kanker serviks, vulva, dan vagina pada wanita. Besarnya biaya pengobatan kanker serviks itu berbeda tergantung rumah sakit yang dirujuk dan pengobatan yang dijalani, pada laman salah satu rumah sakit kanker di Indonesia mencantumkan biaya pengobatan kanker serviks dari biaya yang dilihat pengobatan kanker serviks bisa memakan hingga ratusan juta, berikut adalah rincian biaya pengobatan kanker serviks: Yap, bukan hal yang aneh rokok merupakan salah satu penyebab kanker serviks, wanita yang merokok dan yang sering menghirup asap rokok memiliki kemungkinan terkena kanker serviks 3 kali lebih besar daripada wanita yang tidak pernah bersentuhan dengan rokok.

Marifah berharap berharap kegiatan ini menjadi bentuk upaya penyadaran bagi masyarakat luas, agar mau secara sukarela melakukan deteksi dini adanya kanker leher rahim dengan menggunakan Pemeriksaan IVA test serta melaksanakan pola hidup yang sehat, baik dan seimbang. Bentuk nyata dari upaya tersebut adalah melalui pemeriksaan IVA test sebagai upaya deteksi dini adanya kanker serviks atau kanker leher rahim pada wanita,” jelasnya. Untuk mencegah kanker serviks, pencegahan yang juga bisa dilakukan adalah dengan berhubungan intim yang sehat, tidak berganti-ganti pasangan, dan menjaga pola hidup sehat.

Prosedur ini lebih cocok untuk kanker serviks yang terdeteksi pada stadium awal dan akan ditawarkan kepada wanita yang masih ingin memiliki anak. Jika terlihat kelainan pada proses kolposkopi, sampel kecil jaringan akan diambil dari leher rahim dan diperiksa di bawah mikroskop, untuk melihat apakah ada sel kanker di dalamnya. Dua jenis yang paling umum adalah HPV 16 dan HPV 18. Jenis ini menjadi penyebab kanker serviks pada 70 persen wanita.

Keputihan yang tidak normal dapat menjadi pertanda adanya sesuatu masalah dalam rahim, baik infeksi ataupun kanker. Komposisi Daun Sirsak dan tanaman keladi tikus pada obat herbal untuk kanker rahim K-Muricata terbukti ampuh dalam membunuh sel kanker Rahim seperti yang di alami oleh ibu Restu Wulandari dari Yogyakarta. Berikut ini adalah hasil penelitian yang dilakukan Dr Daniel Nixon tentang kemampuan senyawa asam elagik dalam menumpas sel kanker serviks / kanker leher rahim.

Daun sirsak yang di gunakan di dalam obat herbal kanker rahim ini adalah daun sirsak pilihan terbaik ( tidak boleh terlalu muda ataupun terlalu tua ) dan sangat terkonsentrat, yang di ekstrak menggunakan bioteknologi canggih. Untuk memperoleh kesembuhan yang maksimal dan terbaik dengan jus herbal Amazon Plus adalah solusi terbaik dalam mengobati penyakit kanker leher rahim dan kanker serviks. Yang dimaksud dengan keadaan ini adalah jika pada pemeriksaan ‘Pap Smear' terdeteksi perubahan-perubahan sel-sel leher rahim, tetapi sangat minor dan penyebabnya tidak jelas.

Layaknya semua kanker, terjadinya kanker leher rahim ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur, tetapi bukti statistik menunjukan bahwa kanker leher rahim dapat juga menyerang wanita yang berumur antara 20 sampai 30 tahun (Anonim, 2007) Mengenali kanker serviks sejak dini adalah salah satu langkah pencegahan agar wanita bisa lebih waspada dan tidak sembarangan menjaga kesehatan organ kewanitaannya.

Pap smear, atau tes Pap, mengidentifikasi sel prakanker yang bisa menjadi kanker serviks jika tidak diobati dengan segera dan dengan tepat. Dalam penggunaan 3D-CRT ini kemungkinan cedera pada struktur bodi terdekat seperti rektum dan kandung kemih yang berada dalam tubuh pasien kanker serviks bisa berkurang dengan menggunakan cara ini. Saat ini kanker leher rahim menduduki peringkat kedua di dunia sebagai kanker tersering pada wanita dan kejadian kanker tersebut lebih banyak terjadi di negara berkembang, tidak terkecuali di Indonesia.

Ketika terdapat virus ini pada tangan seseorang, lalu menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan dapat menginfeksi daerah serviks atau leher rahim Anda. Kanker serviks atau kanker leher rahim bisa terjadi jika terjadi infeksi yang tidak sembuh-sembuh untuk waktu lama. Jenis utama dari kanker serviks adalah karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma, meskipun jenis kanker lain juga bisa berkembang di leher rahim.

Julia mengaku jika karena penyakitnya sudah dalam fase puncak pertumbuhan sel kanker, maka berat badannya menurun drastis, dari yang sebelumnya bisa mencapai 52 kg, kini hanya sebesar 45 kg saja. Tipe virus HPV yang bisa menyebabkan kanker serviks adalah 16, 18, 31, 33, dan tipe 45, karena tipe virus HPV yang seringkali dikenal ialah virus yang bisa menyebabkan kutil kalamin jenis yang sama tetapi beda tipe menyebabkan gangguan kesehatan yang berbeda juga. Gejala Penyakit Kanker Serviks - Servik merupakan bagian dari rahim bagian bawah, sebab rahim terdiri dari beberapa bagian seperti saluran telur atau tubuh falopi, ovarium, uterus, serviks dan juga vagina.

Kanker serviks biasanya terjadi secara perlahan lahan sehingga tidak diketahui dengan cepat oleh penderitanya maka dari itu banyak yang terlambat melakukan pengobatan penyakit kanker serviks. Bahkan dalam beberapa kasus, kesembuhan total dari kanker serviks stadium lanjut dapat diperoleh lebih cepat dengan tambahan Sarang Semut, seperti yang dialami oleh ibu mertua dari Ibu Novyanti di Pamulang, yang testimonialnya dikirimkan kepada. Walapun berbagai penelitian ilmiah sudah dilakukan, tapi masih tergolong sedikit, tidak menutup kemungkinan ke depan nanti akan ditemukan senyawa-senyawa baru yang terkandung dalam Sarang Semut yang dapat lebih menjelaskan cara 'ajaib' herbal ini dapat memunahkan kanker dengan lebih cepat dan tuntas.

Akan tetapi, bila rasa nyeri ini berlangsung lama dan lebih sering terjadi, maka rasa nyeri pinggul yang Anda rasakan dapat merupakan gejala dari kanker serviks. Guna meningkatkan pengobatan kanker serviks, maka setiap pasien dapat berkonsultasi dengan ahli untuk perencanaan program pengobatan yang paling cocok dan sesuai denga kondisi keseluruhan masing masing pasien yang akan dibantu oleh tim yang terdiri dari ahli bedah, ahli patologi, ahli radiasi onkologi, ahli pengobatan kanker minimal invasif, tim perawat pasien kanker dan penerjemah. Gejala kanker serviks yang pertama mungkin adalah terjadinya perdarahan secara tidak normal pada organ kewanitaan Anda.

 

Jika Anda mengetahui berbagai ciri ciri kanker serviks stadium awal, Anda pasti bisa menangani penyakit tersebut sejak awal dan tidak akan menjadi lebih parah lagi. Penyebab kanker serviks yang paling umum adalah infeksi yang disebabkan oleh virus papiloma manusia (HPV), meskipun tidak semua wanita yang terinfeksi oleh HPV akan menderita kanker serviks. "Yang bisa terkena adalah wanita yang sudah aktif secara seksual dan selama ini kasusnya belum pernah ditemukan pada wanita yang belum aktif secara seksual," ucap dr Oka.

baca juga : Cara mengobati kanker serviks

Berdasarkan penelitian, temulawak ternyata memiliki kandungan bahan aktif yang memengaruhi produksi empedu. Maka temulawak secara singkat saja, dapat membantu menetralkan racun. Akan tetapi, perlu diingat bahwa temulawak hanya bisa dikonsumsi dalam waktu yang singkat saja. Hal ini disarankan untuk menjaga tubuh terhadap kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi apabila mengonsumsi temulawak dalam jangka waktu lebih dari 3 bulan. Beberapa efek samping pada tubuh jika melebihi kadar konsumsi temulawak secara tepat diantaranya akan diulas pada penjelasan berikut ini. Simak ya!

baca juga : Manfaat temulawak

1. Mual dan Muntah

Konsumsi temulawak akan membantu lambung merasa dingin pada sesaat. Ini terjadi karena enzim yang dibawa oleh temulawak sedang menetralisir segala bakteri dan membantu kinerja lambung. Namun, apabila terlalu lama dikonsumsi tanpa jeda waktu tertentu serta kontrol kadar normalnya justru dapat mengakibatkan lambung terasa panas dan penuh. Kondisi ini akan menyebabkan rasa mual serta muntah jika dibiarkan saja.

2. Iritasi Lambung

Iritasi lambung dapat terjadi apabila meminum ekstrak temulawak dalam kadar yang banyak atau tidak dikontrol oleh dokter. Perlu dicatat bahwa pengobatan dengan metode herbal temulawak disarankan hanya dengan pengawasan dari ahlinya. Bagi wanita hamil dilarang menggunakan temulawak dalam jenis apapun karena akan mengakibatkan peradangan pada rahim, yang bisa berakibat gangguan kondisi janin dalam kandungan.

3. Gangguan Liver

Liver merupakan organ penting dalam tubuh manusia. Kerusakan pada liver dapat terjadi saat tubuh mengonsumsi terlalu banyak temulawak dalam jangka yang panjang hingga lebih dari 4 bulan. Oleh karena itu, pada sebagian orang yang tengah menjalani terapi pengobatan suatu penyakit dengan menggunakan temulawak sebagai bahan aktif utamanya, akan disarankan hanya mengonsumsi selama kurang dari 3 bulan. Jika penyakit seseorang tersebut tak kunjung sembuh dianjurkan untuk melakukan metode pengobatan lainnya dan menghentikan terapi temulawak yang dijalani sebelumnya.

4. Kerusakan Ginjal

Ginjal adalah organ yang berfungsi dalam pembuangan limbah segala zat yang kita konsumsi. Kerusakan ginjal dapat terjadi saat menerima zat-zat yang sejenis dalam jumlah yang tidak terkontrol. Temulawak yang dikonsumsi secara berlebihan sementara tidak dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak akan berakibat endapan di dalam ginjal sehingga mengganggu kinerja ginjal. baca juga : Khasiat temulawak

 

Sumber : halosehat,com

baca juga :

Tinnitus adalah bunyi berdenging pada telinga. Ini bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari kondisi kesehatan tertentu, seperti cedera telinga, gangguan pada sistem sirkulasi tubuh, atau menurunnya fungsi pendengaran yang muncul seiring bertambahnya usia.

Tinnitus merupakan kondisi yang bisa dialami semua orang dari segala usia. Meskipun begitu, gejala ini umumnya dialami oleh lansia yang berusia di atas 65 tahun.

Gejala Tinnitus

Tinnitus umumnya ditandai dengan munculnya bunyi berdenging pada telinga, tetapi bisa juga berupa bunyi berdesis, atau bahkan siulan. Bunyi ini bisa terdengar pada salah satu atau kedua telinga orang yang mengalaminya.

Sebagian besar bunyi tinnitus hanya bisa didengar oleh penderitanya. Meski demikian, terkadang ada juga yang bisa terdengar oleh dokter yang memeriksa kondisi telinga pasien.

Tinnitus umumnya bukan kondisi yang serius dan bisa membaik dengan sendirinya. Tetapi tidak ada salahnya kita tetap waspada dan memeriksakan kondisi telinga ke dokter, terutama jika:

  • Bunyi tersebut mengganggu ketenangan atau aktivitas sehari-hari, misalnya menjadi sulit tidur atau mengalami depresi.
  • Tinnitus muncul setelah kita mengalami infeksi pada saluran pernapasan atas (misalnya flu), dan tidak kunjung membaik dalam kurun waktu 7 hari.
  • Tinnitus disertai dengan pusing atau kehilangan pendengaran.

Penyebab Tinnitus

Tinnitus dapat disebabkan oleh berbagai penyakit. Penyebabnya juga terkadang sulit diketahui dengan pasti. Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab yang umumnya melatarbelakangi tinnitus:

  • Kerusakan pada telinga bagian dalam. Ini merupakan penyebab dari sebagian besar tinnitus. Pada kondisi normal, suara yang masuk ke telinga akan dikirim ke otak oleh saraf-saraf pendengaran setelah sebelumnya melalui suatu rongga berbentuk spiral yang disebut koklea. Jika terjadi kerusakan pada koklea, proses penghantaran gelombang suara akan terputus dan otak akan terus mencari sinyal dari koklea yang tersisa sehingga menyebabkan bunyi tinnitus.
  • Kehilangan pendengaran karena lanjut usia. Kepekaan saraf pendengaran akan berkurang seiring bertambahnya usia sehingga kualitas pendengaran kita akan menurun.
  • Pajanan suara atau bunyi yang nyaring, contohnya mendengar musik yang terlalu nyaring melalui earphone, pekerja pabrik yang menangani mesin-mesin berat, atau mendengar bunyi ledakan. Pajanan jangka pendek biasanya akan menyebabkan tinnitus yang bisa hilang sendiri. Sementara pajakan jangka panjang berpotensi menimbulkan kerusakan permanen.
  • Penumpukan kotoran dalam telinga. Ini akan menghalangi pendengaran dan bisa memicu iritasi pada gendang telinga akibat tumbuhnya bakteri.
  • Infeksi pada telinga bagian tengah.
  • Penumpukan cairan dalam telinga bagian tengah
  • Pertumbuhan tulang telinga yang abnormal.
  • Penyakit Meniere.
  • Penyakit Paget.
  • Cedera kepala atau leher.
  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, kina, antidepresan tertentu, serta aspirin.
  • Hipertiroidisme atau hipotiroidisme.
  • Pecahnya gendang telinga.
  • Neuroma akustik.
  • Gangguan kardiovaskular, misalnya hipertensi atau aterosklerosis.

Diagnosis Tinnitus

Pemeriksaan dan diagnosis tinnitus umumnya dilakukan oleh dokter THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan). Dokter akan meminta pasien untuk mendeskripsikan jenis bunyi yang didengar, menanyakan riwayat kesehatan, mengukur tingkat keparahan tinnitus, serta memeriksa kondisi telinga pasien.

Pemeriksaan lebih lanjut yang biasanya dilakukan meliputi evaluasi pendengaran, pemeriksaan darah, CT scan, dan MRI. Rangkaian pemeriksaan tersebut adalah untuk menegakkan diagnosis sekaligus untuk mencari penyebab tinnitus.

Pengobatan Tinnitus

Tiap penderita tinnitus membutuhkan cara penanganan yang berbeda, tergantung pada faktor penyebab tinnitus. Contohnya:

  • Dokter akan mengganti obat yang digunakan jika tinnitus yang muncul merupakan efek samping dari obat-obatan.
  • Apabila penumpukan kotoran telinga terbukti menjadi pemicu tinnitus, dokter akan menganjurkan metode pembersihan telinga atau memberikan obat tetes telinga untuk mengatasinya.

Namun jika penyebab tinnitus tidak diketahui, penanganan yang diberikan bertujuan untuk menekan bunyi tinnitus semaksimal mungkin sehingga tidak mengganggu aktivitas penderita. Langkah-langkah tersebut biasanya meliputi:

  • Penggunaan alat bantu dengar.
  • Prosedur operasi.
  • Terapi suara, misalnya menggunakan bunyi-bunyi lain (seperti suara radio atau rekaman bunyi hujan) untuk menutupi bunyi tinnitus yang dialami.
  • Tinnitus retraining therapy (TRT). Dalam terapi ini, pasien akan dilatih untuk membiasakan diri dengan bunyi tinnitus yang dialami.
  • Terapi perilaku kognitif (CBT) agar pola pikir penderita terhadap tinnitus bisa diubah sehingga terhindar dari stres dan depresi.

Di samping melalui terapi medis, ada juga sejumlah cara yang bisa diterapkan di rumah untuk membantu mengendalikan tinnitus. Beberapa di antaranya adalah dengan sebisa mungkin menghindari pemicu tinnitus jika penyebabnya diketahui, mendengarkan musik yang menenangkan, mencari hobi yang bisa mengalihkan perhatian, mengurangi konsumsi minuman keras, atau melakukan relaksasi (seperti meditasi dan yoga).

sumber : http;//www,alodokter,com/tinnitus

baca juga :

Penyebab telinga terasa sakit

Kelainan telinga pada bayi